INDUENDUM, Karya-karya Terbaik dari LaSalle College Jakarta Tampil di JFW 2020.

Wed Oct 23 2019 12:26:21 GMT+0700 (WIB), by WebTVAsia Indonesia
INDUENDUM, Karya-karya Terbaik dari LaSalle College Jakarta Tampil di JFW 2020.

Image: Youtube JFW 2020

 

Jakarta Fashion Week telah digelar sejak Selasa kemarin, 22 Oktober 2019 nih Viral People. Di salah satu show yang digelar, mereka juga bekerja sama dengan LaSalle College Jakarta yang mengangkat tema INDUENDUM dan menampilkan mahakarya hasil kreatifitas para desainer muda yang luar biasa.

 

INDUENDUM sendiri merupakan sebuah kata dari Bahasa Latin yang berarti wear atau memakai. Tema ini dipilih karena koleksi-koleksi LaSalle College Jakarta di tahun ini bersifat ready-to-wear atau pakaian siap pakai.

 

Nah di JFW 2020, ada 7 desainer muda dari LaSalle College Jakarta yang menampilkan koleksi-koleksi mereka. Ada Tania Mao dengan judul “When The East Meets The West In Sumba”, koleksinya bertemakan tentang pembagian strata sosial di Sumba yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dan diperkuat oleh kedatangan Kolonialisme  Belanda. Kain tenun yang dipakai adalah kain tradisional khas Sumba digabungkan dengan motif Ratu Wilhelmina yang diberikan sentuhan payet.

 

Lalu ada Rafa Yasmin atau franc_ium. Ia mengangkat tema _flective yang terinspirasi dari Reflective Tape. Fokus utama dari 4 looks koleksi kapsul ini merupakan pita reflective yang diubah menjadi applique berbentuk kuda yang dihiasi sablon silver, dan payet kerlap-kerlip. Koleksi ini juga menggunakan motif dari Sumba Timur.

 

Selain itu, Valerie Susilo Temawan lebih memilih menggabungkan dua aspek art dan tradisi yang berbeda; yaitu teknik Shibori dari Jepang dan Dot Art dari Suku Aborigin di Australia. Tema yang berjudul Amalgamate ini menampilkan koleksi dengan keanggunan dan kelemahlembutan wanita dengan siluet baju yang flowy. Ditargetkan untuk wanita berumur 25-35 tahun dengan kondisi keuangan menengah ke atas.

 

Ada juga Novia Tjanggah dengan konsep upcycling limbah logamnya yang berjudul Mechanism. Warna dan bentuknya sendiri terinspirasi dari ragam terumbu karang di Indonesia. Masih dengan konsep upcycling, ada Vivi Laurie dan Calista Antonia yang juga menggunakan teknik ini. Vivi Laurie dengan judul Power Dressing terfokus pada pakaian wanita karir yang di desain dengan menggabungkan detail kesederhanaan yang akan mendorong kepercayaan diri wanita ketika memakainya. Ngga cuma menggunakan bahan yang sudah tidak berguna, Vivi juga memakai teknik minimalisi penggunaan kain sehingga limbah kain pun akan berkurang.

 

Walaupun sama-sama menggunakan teknik upcycling, Calista Antonia lebih memilih menenun kain limbah yang mengandung serat polyester menjadin kain baru. Karena itulah tema dari koleksinya berjudul Mea Whatu yang berarti ‘menenun’.

 

Terakhir ada Janur Respatiani yang membawa 8 looks dari koleksi Diajeng Limar. Ia menggunakan teknik trapunto atau corded quilting dari Itali yang dikombinasikan dengan budaya Keraton Surakarta Hadiningrat berupa motif klasik keraton. Dijeng Limar sendiri berarti kain sutra. Semua perpaduan elemen ditampilkan dalam kain sutera berwarna putih sebagai produk fashion wanita siap pakai.

 

Penasaran dengan karya-karya desainer muda ini? Langsung nonton aja deh video di bawah ini! Gimana Viral People? Kalian semakin terinspirasi buat mendalami di dunia mode gak?



Share Your Comments



Contact Us

Ola.id