21 Tahun Tragedi Mei 1998 

Mon May 13 2019 15:57:32 GMT+0700 (WIB), by Ardina Nakamura
21 Tahun Tragedi Mei 1998 
(suarakeadilan.org)
 
Meski sudah 21 tahun berlalu, peristiwa kerusuhan Mei 98 hingga kini selalu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Pada hari ini, Senin (13/5) keluarga korban kerusuhan Mei 1998 menggelar prosesi tabur bunga di Mal Klender, Jakarta Timur. 
 
003505400-1557717273-20190513-073856
(Merdeka.com/Hari Ariyanti)
 
Mal Klender yang dulunya bernama Mal Yogya diduga dibakar secara sengaja hingga memakan korban sekitar 200 orang di bangunan yang kini berganti nama jadi Citra Plaza.
 
21-Tahun-Tragedi-Mei-1998-2
(Antara Foto/Aprillio Akbar)
 
Prosesi ini selalu dilakukan secara rutin selama 21 tahun dan setelah itu prosesi tabur bunga dilanjutkan ke TPU Pondok Rangon tempat para korban kerusuhan Mei 1998 dimakamkan secara massal. 
 
monumen-peringatan-kerusuhan-mei-di-tpu-pondok-rangon-20180519-161127 
 
Di TPU Pondok Rangon juga dibangun sebuah tugu yang diperuntukkan untuk mengenang para korban.
 
 
C77-AF0-VUAEb-Hs6

Hal yang sama juga dilakukan oleh Universitas Trisakti pada hari minggu (12/5) yang juga menggelar peringatan 21 tahun Tragedi 12 Mei 1998. Upacara peringatan digelar dengan melakukan napak tilas sambil menabur bunga di kampus Trisakti.
 
Peringatan-tragedi-Trisakti
(Farih/detikcom)
 

• Isu SARA dan Kerusuhan Massal
Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Hal inipun mengakibatkan penurunan jabatan Presiden Soeharto. 
 
Banyak toko dan perusahaan yang juga hancur karena amukan massa, terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Bahkan ratusan wanita keturunan Tionghoa juga mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Hingga akhirnya pada waktu itu banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia.
 
• Tragedi Trisakti
Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka. Peristiwa penembakan terjadi terhadap mahasiswa yang pada saat itu sedang demonstrasi menuntut Soeharto untuk turun dari jabatannya.
Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977 - 1998), Hafidin Royan (1976 - 1998), dan Hendriawan Sie (1975 - 1998). Empat mahasiswa tersebut tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada. 
 
a-5afd06e11a7fa
(Foto: Yohanes/era id)
 

Share Your Comments



Contact Us

Ola.id