Marak Terjadinya Bullying, Kak Seto Angkat Bicara Bersama Raditya Dika

Mon Apr 15 2019 17:57:48 GMT+0700 (WIB), by Habibie Umara
Marak Terjadinya Bullying, Kak Seto Angkat Bicara Bersama Raditya Dika

(source: Youtube Raditya Dika)

 

Hi Viral People, baru-baru ini kita digemparkan dengan suatu kasus mengenai bullying atau perundungan yang dilakukan oleh sekelompok siswi SMA terhadap seorang siswi SMP. Setelah kasus seperti itu mencuat ke publik, banyak kasus yang serupa muncul. Hal ini seharusnya sudah menjadi perhatian banyak orang, khususnya orang tua yang memiliki anak.

 

Kasus perundungan tersebut mendapat perhatian khusus untuk psikolog anak, juga Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi.

 

Seto Mulyadi atau yang akrab kita panggil Kak Seto, saat ini juga menjabat sebagai ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

 

Kak Seto bersama dengan comedian sekaligus Youtuber, Raditya Dika, membuat video dan juga podcast mengenai fenomena bullying ini. Video itu diunggah di Youtube pada Senin, 15 April 2019, melalui kanal Youtube Raditya Dika.

 

“Fenomena bullying ini sebenarnya semacam fenomena gunung es. Ini yang muncul kasus A, tapi sebenarnya banyak yang terjadi di lapangan. Namun, tidak terangkat ke permukaan,” ungkap Kak Seto.

 

Selain itu juga, saat Kak Seto membimbing sebuah penelitian untuk kandidat doktor di Bandung, Kak Seto menemukan fakta bahwa 60-70% anak mengalami kasus bullying di daerah Jawa Barat.

 

Menurutnya, bullying dikategorikan sebagai tindak kekerasan dan kejahatan anak, bullying merupakan tindak kekerasan dan kejahatan anak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Hal tersebut membuat anak atau korban merasa tertekan, menderita, dan mengalami trauma.

 

Kak Seto mengakui jika komunikasi di dalam sebuah keluarga sangat berperan dalam permasalahan-permasalahan ini. Cara mendidik orang tua terhadap anak mereka harus berani berubah, sudah bukan zamannya lagi seperti dulu.

 

“Ada anak-anak yang kadang mengadu ke saya, kabur dari rumah. Saat ditanya kenapa, jawaban khas mereka ‘nyokap gue mulutnya kayak ember’ katanya ngomel terus, marah-marah terus,” ujar Kak Seto.

 

“Nah ini yang kadang kala justru tidak efektif. Jadi, orang tua maupun pendidik harus memposisikan mereka sebagai sahabat anak, penuh persahabatan,” jelas Kak Seto.

 

Menurut Kak Seto, anak-anak akan cenderung merindukan persahabatan. Sehingga jika di rumah tidak ada suasana yang bersahabat, anak akan mencari itu di luar. Sementara di luar, sudah ada beragam perilaku menyimpang yang bisa membahayakan anak-anak.

 


Share Your Comments



Contact Us

Ola.id