Angkat Isu Sosial, Ave Maryam Calon Film Berprestasi Ditengah Potensi Larang Edar

Mon Mar 18 2019 17:36:21 GMT+0700 (WIB), by Fanya Aghniya
Angkat Isu Sosial, Ave Maryam Calon Film Berprestasi Ditengah Potensi Larang Edar

(src: kompasiana)

 

Hi Viral People! Sudah dengar belum? Ada sebuah film yang akan tayang April mendatang berjudul Ave Maryam. Film yang trailernya telah meluncur sejak September 2018 lalu ini mengangkat isu yang tidak biasa. Tema dalam film ini mengambil sentimen agama, yang mana jarang diangkat di perfilman Indonesia karena masih sering dipandang sebagai hal yang tabu untuk dibahas.

 

Dari trailernya, visual dalam film ini tampak sangat mengagumkan, seperti film buatan luar negeri dengan estetika visual yang indah.

 

Film yang dibintangi oleh Maudy Koesnaedi (Maryam) yang akan beradu akting dengan Chicco Jericho (Yosef) ini disutradarai oleh Robby Ertanto. Robby Ertanto sendiri sebelumnya dikenal sebagai sutradara film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, yang merupakan film dengan banyak prestasi di berbagai festival film internasional, juga peraih 6 nominasi pada gelaran FFI 2010 dimana 2 diantaranya berhasil dimenanginya.

 

Film ini pun menarik karena para pemeran merupakan bintang papan atas Indonesia. Selain Maudy Koesnaedi dan Chicco Jericho, nama-nama lain yang tak kalah populer meliputi Olga Lydia, Tuti Kirana dan juga sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar. Di salah satu teaser, Joko Anwar diketahui memerankan karakter seorang pastor.

 

Sinopsis

Semarang, tahun 1998. Maryam (Maudy Koesnaedi) ditugaskan untuk mengurus rumah biarawati di daerah Ambarawa. Terlahir dari keluarga Muslim, membuatnya memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai agama.

 

Di Ambarawa, Maryam bertemu dengan 7 biarawati tua dengan keadaan yang tidak terurus. Maryam pun mencoba yang terbaik untuk merawat para biarawati yang sudah pensiun tersebut.

 

Sehari-hari pun tugas Maryam adalah mengurus gereja seperti membersihkan asrama, memandikan biarawati yang sudah tua dan menyiapkan makanan. Bahkan ditengah malam pun Maryam sering dikagetkan dengan biarawati tua yang meminta pertolongannya dengan cara memukul Maryam dengan sendok.

 

Di tengah perjuangannya mengurus para biarawati tua, Maryam mendapat kabar bahwa gereja akan dipimpin oleh seorang pastor baru bernama Yosef (Chicco Jericho). Pertemuannya dengan Yosef sangat berkesan. Bahkan Maryam pun memulai hubungan yang lebih mendalam dengan Yosef meskipun dia tahu itu salah.

 

Hubungannya dengan Yosef membuatnya kesulitan mengurus para biarawati. Maryam jadi sering pulang telat dan mengabaikan tugas-tugasnya. Dan pada akhirnya, tindakan yang dilakukannya membawanya ke dalam pertanyaan baru untuk dirinya sendiri. Pertanyaan mengenai loyalitas dan komitmennya dalam melayani.

-o-

 

Ave Maryam ini jika kita lihat sinopsisnya secara singkat, merupakan hal-hal yang sebenarnya umum terjadi di masyarakat, namun memang tabu untuk dibicarakan.

 

Meskipun baru sekedar trailer, namun apa yang ditampilkan Ave Maryam sudah lebih dari cukup untuk mengambil kesimpulan bahwa film ini memiliki kualitas diatas rata-rata. Ave Maryam jelas tidak digarap layaknya film Indonesia pada umumnya.

 

Selain itu, tema yang mengangkat isu agama juga merupakan tema yang saat ini relevan dengan keadaan dunia saat ini. 

Jika Marlina yang beberapa waktu lalu berhasil masuk seleksi film berbahasa asing terbaik di ajang Oscar karena mengangkat isu feminisme dan kesetaraan gender, maka Ave Maryam sejatinya bisa mencapai hal yang sama bahkan lebih karena tema agama yang dibawa sangat relevan dengan keadaan saat ini.

 

Masih ingat denganfilm Tanda Tanya(?) yang akhirnya ditarik dari peredaran karena tema toleransi yang eksekusinya dalam film dianggap berlebihan oleh beberapa kalangan? Padahal filmnya sendiri memiliki kualitas yang sangat baik. Jadi, tak dapat dipungkiri jika film Ave Maryam kelak mengalami hal serupa. 

 

Apalagi kita tahu, pemeran utamanya memiliki keyakinan yang berbeda dengan karakter yang dilakoninya, meskipun kita juga tahu bahwa hal seperti ini dianggap sebagai kemajuan dalam dunia akting mengingat aktor atau aktris berani untuk memerankan tokoh diluar zona nyaman atau karakter dirinya.

 

Ave Maryam juga berhasil masuk official selection di gelaran Hanoi International Film Festival serta Hong Kong International Film Festival. Jadi tinggal tunggu waktu saja untuk menyaksikan deretan penghargaan baik nasional maupun internasional yang akan diterimanya.

 

Patut ditunggu juga hal menarik apalagi yang akan ditampilkan pada film ini. Melihat judulnya yang mengambil dua bahasa yaitu latin dan arab, dimana kata "Ave" berasal dari Ave Maria yang dalam bahasa latin dan ajaran nasrani berarti kemuliaan bagi Maria bunda Yesus, lalu nama “Maria” diganti dengan “Maryam” yang dalam bahasa Arab atau ajaran agama Islam merupakan nama ibu dari Nabi Isa, jelas sarat akan pesan yang ingin coba disampaikan sang sutradara pada filmnya ini.

 

Wah, jadi siapa yang udah gak sabar untuk menunggu film ini tayang bulan April mendatang?



Share Your Comments



Contact Us

Ola.id