Para Remaja di 112 Negara Bolos Sekolah dan Lakukan Protes Perubahan Iklim

Fri Mar 15 2019 17:32:16 GMT+0700 (WIB), by Fanya Aghniya
Para Remaja di 112 Negara Bolos Sekolah dan Lakukan Protes Perubahan Iklim

(src: Twitter/@GretaThunberg)

 

Para murid sekolah di 112 negara akan mengadakan aksi untuk memprotes lambannya penanganan perubahan iklim pada Jumat ini (15/3). Aksi ini merupakan gerakan internasional dan bersifat spontan dan disebut dengan aksi #FridaysForFuture. Aksi ini terinspirasi dari seorang remaja Swedia bernama Greta Thunberg.

 

Pada awalnya Thunberg melakukan protes mingguan seorang diri setiap hari Jumat untuk melakukan aksi protes gerakan iklim. Kini melalui akun Twitternya, Thunberg mengajak para pelajar di seluruh dunia untuk terlibat dalam aksi tersebut. "Semua orang dipersilakan ikut. Semua orang dibutuhkan. Mari ubah sejarah dan jangan pernah berhenti selama diperlukan," tulisnya pada Jumat (15/3).

 

twitter-Greta-Thunberg

(src: Twitter/@GretaThunberg)

 

 

“Tomorrow we school strike for the climate in 1769 places in 112 countries around the world. And counting.

Everyone is welcome. Everyone is needed. Let’s change history. And let’s never stop for as long as it takes. #fridaysforfuture #schoolstrike4climate #climatestrike” bunyi Tweet Greta.

 

Pada minggu ini, setelah mendengar aksi akan terjadi di sejumlah lokasi di berbagai penjuru dunia, kelompok ilmuwan dari Jerman, Austria dan Swiss yang tergabung dalam Scientist For Future pun menyatakan dukungan mereka dalam bentuk petisi. Mereka mengaku berusaha mengumpulkan lebih dari 12.000 tanda tangan ilmuwan dan peneliti di negara-negara yang memakai bahasa Jerman.

Hal ini lantaran ada beberapa pihak, termasuk figur publik, yang mempertanyakan apakah para murid sebaiknya diizinkan membolos. Beberapa lainnya meragukan anak-anak muda tersebut memahami isu perubahan iklim dengan baik.

 

"Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengirimkan sebuah sinyal yang jelas bahwa protes yang dilakukan anak-anak muda tersebut sepenuhnya benar," kata Maja Göpel, salah satu ilmuwan sekaligus penyelenggara petisi itu kepada media Jerman Tagesspiegel. 

 

Selandia Baru merupakan negara pertama yang melakukan aksi #FridaysForFuture pada hari ini. Aktivis Greenpeace setempat, Mike Hudema, menginformasikan lewat media sosial bahwa ada lebih dari 30 aksi berbeda di seluruh Selandia Baru. Jumlah pesertanya pun dilaporkan tidak main-main yaitu sekitar seribu pelajar.

 

Aksi ini pun mendapatkan banyak pujian dari netizen. "Luar biasa bahwa kita orang-orang 'dewasa' menyerahkan kepada anak-anak muda untuk memperjuangkan apa yang benar," tulis salah seorang warganet.

 

Sementara, warganet lainnya mengaku kagum karena menyaksikan langsung perjuangan anak-anak muda di Selandia Baru. 

"Baru saja berjalan melewati mereka. Sungguh keren! Lanjutkan perjuangan baik ini," tulis warganet lainnya.

Sedangkan yang lain memperhatikan bahwa anak-anak muda adalah para pemilih di generasi berikutnya.

 

Sebagai tokoh yang menginspirasi pergerakan anak-anak muda untuk melakukan aksi #FridaysForFuture, tiga anggota parlemen Norwegia menominasikan Thunberg sebagai kandidat penerima penghargaan Nobel Perdamaian.

"Merasa terhormat dan sangat bersyukur atas nominasi ini," tulis remaja berusia 16 tahun tersebut melalui Twitter.

 

Seperti dilaporkan BBC, Thunberg pertama kali melakukan aksinya seorang diri di depan parlemen Swedia pada Agustus 2018. Sejak itu, dia selalu membolos hampir di semua pelajaran pada hari Jumat karena ingin aksinya berjalan secara rutin.

Thunberg pun kian populer di media sosial dengan menginisiasi tagar #FridaysForFuture atau #JumatUntukMasaDepan. Ia menjadi pembicara di acara UN Climate Talks pada Desember lalu di Polandia. Bahkan, ia juga diundang ke World Economic Forum di Davos pada awal tahun 2019. 

Jika menang, ia akan menjadi penerima penghargaan Nobel Perdamaian termuda sepanjang sejarah. Saat ini, rekor tersebut dipegang oleh aktivis pendidikan asal Pakistan, Malala Yousafzai, yang mendapatkan penghargaan prestisius itu ketika berumur 17 tahun.

 

Wah, hebat banget Greta dan teman-teman lain yang turut memperjuangkan ini, masih muda sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap planet kita. Semoga sukses dan lancar semua kegiatannya, ya!


Share Your Comments



Contact Us

Ola.id