Hanya 25% Tenaga Kerja Millennial Yang Totalitas Pada Kerjaannya, Masa Sih?

Mon Oct 15 2018 15:29:05 GMT+0700 (WIB), by Shabika Nadira
Hanya 25% Tenaga Kerja Millennial Yang Totalitas Pada Kerjaannya, Masa Sih?

 

(foto:livemint.com)

 

WebTVAsia.id - Generasi millennial selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Mereka adalah yang lahir pada tahun 1980an-200an. Mereka disebut sebagai generasi yang cerdas, kreatif, dan techno savvy.

 

Namun, menurut riset Dale Carnegie Indonesia hanya 25% tenaga kerja millennial yang totalitas pada pekerjaannya. Dalam survey “Employee Engagement Among Millennials” yang menyertakan 1.200 narasumber, Dale Carnegie ingin mengetahui tingkat keterlibatan tenaga kerja di tanah air. Padahal, peran mereka di dunia pekerjaan sangat dibutuhkan.

 

"Studi kami bahkan menunjukkan, 9% karyawan millennial menolak terlibat atau disengaged dengan perusahaan. Lebih besar lagi, yakni 66%, tenaga kerja millennial hanya terlibat sebagian/partially-engaged. Hal ini tentunya cukup mengkhawatirkan, sebab golongan ini bisa berpindah jika perusahaan tidak lekas mengambil langkah antisipasi," kata Joshua Siregar selaku Director, National Marketing Dale Carnegie Indonesia.

 

Dalam survei, tingkat keterlibatan tenaga kerja millennial dibagi menjadi 3 yaitu, terlibat, setengah terlibat, dan menolak terlibat. Mereka yang berkerja setengah terlibat biasanya fokus hanya pada penyelesain tugas. Yang lebih berbahaya lagi adalah mereka yang menolak berpartisipasi pada perusahaan karena memberikan pengaruh negatif.

 

Mereka yang sungguh-sungguh dalam pekerjaannya hanya 25%. Hal ini mungkin dikarenakan pola pikir mereka yang menginginkan sejumlah hal dari pekerjaan mereka. Seperti, terjamin dari perusahaan, apresiasi, gaji kompetitif dan keseimbangan waktu bekerja dan kehidupan pribadi, dan supervisor berkomunikasi secara terbuka dan jujur.

 

 


Share Your Comments



Contact Us

Ola.id