Pernah Merinding Saat Mendengar Lagu? Begini Alasan Ilmiahnya

Wed Aug 15 2018 02:01:00 GMT+0700 (WIB), by Tommy Utomo
Pernah Merinding Saat Mendengar Lagu? Begini Alasan Ilmiahnya

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

 

WebTVAsia.idViral People, apa lagu favorit kamu?  Dan, pernahkah merasakan ada perubahan fisik setiap mendengar lagu tersebut? Merasa merinding, dan diikuti reaksi tubuh yang lain? Bila jawabnya iya, ada yang spesial di otak kamu. 

 

Matthew E. Sachs,  Robert J. Ellis.  Gottfried Schlaug dan Psyche Loui yang meneliti hubungan otak manusia dengan melaporkan, orang-orang yang terkadang merinding saat mendengarkan beberapa jenis lagu, ternyata memiliki pemikiran yang emosional. 

 

Melalui publikasi ilmiah berjudul 'Brain connectivity reflects human aesthetic responses to music' yang dipulikasikan di jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience, Volume 11, Issue 6, 1 June 2016, mereka menemukan saat mendengarkan lagu tertentu, otak manusia menghubungkan memori terhadap kejadian di masa lalu. 

 

Reaksi ini berjalan cepat, "Saat mereka mendengarkan musik, mereka memiliki pendengaran yang lebih tajam sehingga tersambung ke dalam otak dan memicu emosi lebih tinggi," tulis Matthew E. Sachs.

 

Emosi yang berpacu di dalam otak inilah yang menghantarkan reaksi kepada pendengar musik. Cepatnya pengiriman sinyal dari otak ke tubuh membuat tubuh mendapat sensasi diam sesaat, merinding, sampai batas-batas emosi tertentu sepeti tertawa atau menangis.  

 

Dalam penelitian, responden menjadi merinding saat mendengarkan lagu yang ada kaitannya dengan masa lampau. 

 

"Manusia merupakan makhluk unik yang menghargai estetika, mengalami respons yang menyenangkan terhadap rangsangan kompleks yang tidak memberikan nilai intrinsik yang jelas untuk bertahan hidup," tulis Matthew E. Sachs di lembar penelitiannya. 

 

"Namun, variabilitas besar ada dalam frekuensi dan spesifisitas tanggapan estetika," lanjutnya.

 

"Menggunakan kombinasi data survei, tindakan perilaku dan psikofisiologis dan pencitraan tensor difusi, kami menemukan bahwa konektivitas materi putih antara daerah pemrosesan sensorik di gyrus temporal superior dan area pemrosesan emosional dan sosial di insula dan korteks prefrontal medial menjelaskan perbedaan individu dalam sensitivitas otak responden terhadap musik," lanjutnya. 

 

"Temuan kami memberikan bukti pertama untuk dasar saraf perbedaan individu dalam akses sensorik, dan menunjukkan bahwa komunikasi sosial-emosional melalui saluran pendengaran dapat menawarkan dasar evolusi untuk pembuatan musik sebagai fungsi estetis bermanfaat pada manusia," papar mereka. 

 

Jadi, memang musik mampu pengaruh terhadap sistem saraf tubuh. Apa pun lagu yang sekarang didengarkan, keep enjoy ya. 



Share Your Comments



Contact Us

Ola.id