Stories from The Past hingga Terbang, Ngobrol Asik dengan Nadia Silvarani Lubis

Wed Jul 25 2018 21:08:17 GMT+0700 (WIB), by Tommy Utomo
Stories from The Past hingga Terbang, Ngobrol Asik dengan Nadia Silvarani Lubis

Nadia Silvarani Lubis (Foto: Instagram/nadiasilvarani)

 

WebTVAsia.id - Viral People, kami berkesempatan untuk berbincang dengan penulis muda sekaligus conten cerator, Nadia Silvarani Lubis.  

 

Penulis satu ini produktif menghasilkan karya-karyanya. Sejak novel fiksi sejarah pertamanya 'Stories from The Past' terbit tahun 2013, Nadia Silvarani terus konsisten menerbitkan buku. 

 

Kepada WebTVAsia.id, Nadia Silvarani berbagai cerita tentang arti menulis hinga novel yang berkesan untuknya. 

 

Yuk, simak obrolan interview WebTVAsia.id dengan Nadia Silvarani Lubis berikut ini: 

 

Dari novel Stories from The Past hingga Terbang, mana yang paling berkesan? Kenapa, kak?

 

Aduh, pertanyaan sulit sekali, ha ha ha

 

Karena menurut saya, mereka semua jadi anak-anak saya. Setiap novel pasti ada 'ceritanya' masing-masing. Jadi kalau diminta memilih yang paling berkesan saya susah milihnya. 

 

Cuma mungkin, yang paling cepat nulisnya kali yah. Yang paling cepat judulnya Bintang Jatuh. Novel itu bercerita tentang sesorang yang sedang down karena diputuskan oleh pasangannya yang dia yakin akan menikah dengan dia. 

 

Bangkit tidak selalu punya pacar baru, tapi dari diri sendiri. Bagaimana memperbaiki diri kita daripada sebelumnya untuk setelahnya bertemu dengan orang-orang yang lebih baik dari sebelumnya. Itu cepet banget nulisnya.

 

Jadi ceritanya waktu menulis Bintang Jatuh, saya putus dengan pacar. Tapi yang menariknya, kok taunya temen-temen saya banyak yang putus dengan pasangannya. Ada 11 atau 12 teman gitu yang ngalamin. 

 

Justru saya lebih tertarik dengan cerita-cerita mereka, sakit hati mereka, reaksi mereka. Kalau saya reaksinya sedih, nangis tapi mereka reaksinya lebih dasyat.

 

Ada yang keluar dari tempat kerja, ada yang tiap hari ke mall buat belanja. Pokoknya banyak banget deh.

 

Saya jadinya tertarik untuk mengamati reaksi mereka dan terpanggil membuat novel untuk orang-orang yang sakit hati. 

 

Pertanyaan terakhir, kak. Menulis bagi seorang Silvarani Lubis adalah ...

 

Menulis menurut saya adalah mengkomunikasikan aksara kepada khalayak. Kepada mereka yang saya kenal di dunia nyata, kepada mereka yang belum saya kenal di dunia nyata, maupun yang tidak pernah saya kenal di dunia nyata. 

 

Karena tidak semua pembaca itu, pernah saya temui di dunia nyata pastinya. Tidak semua pembaca itu sampai akhir hayat nanti saya kenal, malah tidak bisa bertemu. 

 

Tapi justri dari tulisan ini lah kita bisa saling berkomunikasi, bisa saling mengenal. Saya memberikan apa yang dibenak saya melalui tulisan sementara mereka membaca, memahami apa yang saya tulis.

 

Terima kasih, untuk waktu dan interviewnya, kak Silvarani.

 

Terima kasih untuk wawancaranya, Viral People. Semoga kita bisa bertemu untuk berbagi cerita lagi ya.



Share Your Comments



Contact Us

Ola.id